![]()
Viral24jam.Langkat (Sumut) – Menanggapi viralnya pemberitaan dibeberapa media Online tentang pinjam KUR 100 Juta di Bank Mandiri Jalan T.A Hamzah komplek Griya Bidadari Kelurahan Kw Begumit Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat Sumatera Utara,
Soal dugaan perilaku oknum di Bank Mandiri jadi sorotan. Pasalnya, Seorang ibu rumah tangga berinisial N penduduk Desa Secanggang, Kecamatan Secanggang, Kab.Langkat mengajukan permohonan pinjaman.KUR di Bank Mandiri Kwala Begumit, Stabat pada awal bulan Mei 2025, malah diminta ‘uang pelicin’.
.
Dalam percakapan tgl.14 Mei antara N dan pegawai Bank Mandiri berinisial M via hp ibu Nur disarankan agar.ngambil kredit umum saja agar mudah proses pencairannya.
Namun dibalik itu oknum M menyampaikan pesan melalui perantara “bahwa KUR di Bank Mandiri dapat dibantunya “asalkan mau mengikuti aturan main” di Bank Mandiri Kw.Begumit.
Ketika sampai pada angka yang dicetuskan “Ibu Nur kaget” karena pinjaman itu baru bisa diproses apabila disetujui permintaan komisi sebesar 7 persen dari nilai pinjaman 100 juta, yakni Rp 7 Juta.
Karena tidak ada kejelasan rencana pinjaman tersebut, Kades Secanggang Tengku Syaiful Anhar memberikan tugas pada Staf desa untuk menanyakan hal itu kepada inisial M.di kantornya pada Senin,23 Juni.
Setelah Staf desa bertemu dengan M dikantor Bank Mandiri di Kw.Begumit, berkas surat milik Ibu Nur ditarik kembali (diserahkan Makruf- red) seutuhnya ke pihak aparat desa.
Berkaitan dengan.hal itu, Kades Secanggang Tengku Syaiful Anhar angkat bicara dan menyesalkan kejadian memalukan (merusak nama baik Bank Mandiri-ted) oleh oknum pegawainya.
“Saya akan menyurati.pihak Bank Mandiri Kw.Begumit dan Cabang Bank Mandiri di Stabat dalam waktu sesegera mungkin,” ujarnya.
Lanjuf Syaiful lagi, “Kita mohon petinggi Bank Mandiri baik di Langkat maupun di Medan segera menyelidiki masalah ini. Jika calon peminjam yang direkom pihak desa saja “oknum-oknum di Bank Mandiri Kw.Begumit berani melakukan hal tak terpuji, bagaimana pula jika warga yang bergerak sendiri untuk meminjam,” ujar Syaiful yang juga mantan Pimpimnan Redaksi Tabloid PODIUM dengan nada bertanya.
Cerita pemotongan untuk memuluskan kredit di Bank bukan hal yang baru untuk diulas.
“Yang kita prihatinkan adalah besarnya uang yang diminta “itu memberatkan” dan calon peminjam pasti sangat jengkel dengan ulah oknum-oknum yang nakal di Bank Mandiri lanjutnya.
Warga yang membutuhkan kredit jangan dipermainkan dan dipersulit karena bisa merusak citra Bank Mandiri “hal seperti inilah membuat berkembangnya rentenir di desa-desa tutupnya.
Sementara pada hari tanggal (25/6/2025) Wartawan media online Viral24jam langsung mengomfirmasi oknom pegawai Bank Mandiri yang berinisial M bagian Marketing tersebut. Saat dikonfirmasi oknum M mengatakan atau menjelaskan awal mulanya calon nasabah tersebut akan mengajukan pinjaman KUR 100 Juta itu,
Awal mulanya saya terima berkas dari oknum pegawai Bank Sumut sebelah yang berinisial L dan bukan langsung dari ibu Nur calon nasabah yang mau ngajukan pinjaman KUR 100 juta tersebut di Bank Mandiri, itu pelimpahan berkas atau pemindahan berkas calon nasabah Pak, dan berkas ibu Nur itu saya yang menerima dari L teman saya yang berkerja di Bank Sumut itu.
Ketika ditanya lebih lanjut, apakan calon nasabah yang akan meminjam KUR itu pernah bertatap muka atau datang Bank Mandiri.
Oknum M pun menjawab, jangankan bertatap muka, datang ke Bank Mandiri gumit ini pun tidak pernah, jadi saya tidak tau orangnya sama sekali, Karen saya lihat diberkas tersebut ada nomor kontak (HP) yang tertulis, maka saya hubungi nomor tersebut, ternyata yang angkat pak kadus berinisial ir, dari pak kadus tersebut saya baru diberi nomornya pak kades Syaiful dan nomor hp istrinya pak kades yang berinisial ibu Nur tersebut, selang beberapa hari kemudian saya coba hubungi ibu Nur, guna untuk verifikasi menanyakan tentang usahannya apa, lalu ibu Nur pun menjawab, usahanya kebun sawit katanya, ketika ditanya berapa hektar luasnya kebun sawitnya tersebut, ibu Nur mengatakan saya kurang tau, nanti ditanyakan saja sama pak kades (Suaminya), katanya.
Setelah beberapa lama kemudian Ibu Nur, ada nelpon saya menanyakan soal proses pinjaman Kur nya, “Ya saya bilang, klau pinjaman KUR untuk saat ini lagi ditutup Buk.
beberapa hari kemudian datang pak kadus bersama oknum pegawai Bank Sumut yang berinisial P mendampingi pak kadus untuk menarik berkas pengajuan pinjaman KUR tersebut.
Oknum M ketika ditanya lebih lanjut soal kalau pinjam KUR 100 juta diminta sebagai uang pelicin 7 juta atau 7 persen dari jumlah pinjaman tersebut, “Apakah bapak ada meminta atau pun mengucapkan kepada calon nasabah tersebut, seperti yang sudah viral didalam pemberitaan di beberapa media online Pak..
Pemberitaan tersebut tidak benar, itu bohong dan itu berita hoax, itu pencemaran nama baik saya dan saya tidak terima hal itu, karena saya tidak pernah meminta imbalan apa pun dari para nasabah selama saya kerja di Bank Mandiri ini Pak, Tandasnya.
Pengirim Berita: Perwakilan Sumut Media Online Viral24jam (Subur Syahputra).
