![]()
Labura. Viral24.jam.id
Petani menangis harus menebus bantuan bibit unggul padi dan pupuk dolonit serta pupuk bersubsidi jenis Urea dan Phonska jauh dari harga het pemerintah, OPLAH (Optimalisasi Lahan) program unggulan dari bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menbantu petani agar bisa hidup lebih sejahtera. Dugaan adanya jual beli bantuan bibit padi OPLAH kian mencuat di duga dilakukan oleh ketua Kelompok Tani Sepakat (KSB) Desa Sei Apung dan PPL serta Gapoktan Kecamatan Kualuh Hilir Kab Labuhanbatu Utara.
Instruksi Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmen Indonesia menuju swasembada pangan dan energi. Dalam program tersebut Kementerian Pertanian RI (KEMENTAN) Tidak sedikit mengucurkan angggaran dan bantuan yang di tujukan ke petani yang ada di penjuru Indonesia.
Tahun 2024 sampai tahun 2025 ini ada dua (2) bentuk bantuan yang di terima oleh Kelompok Tani Sepakat Desa Sei Apung Kec Kualuh Hilir dengan luas lahan (Oplah) seluas 96 hektar lahan sawah, untuk satu hektar lahan sawah Oplah petani wajib menerima uang sebesar.
1. Tahun 2024 dana Oplah Rp. 900.000 untuk 96 hektare = Rp. 86.400.000
2. Tahun 2025 Bibit Padi Unggul 8 bungkus/5 kg untuk 96 hektare dengan total 768 zak
3. Dolomit 5 zak x 96 ha = 480 zak
1. Dalam hal ini dugaan anggota kelompok Tani Sepakat petani seharusnya mendapatkan program optimalisasi lahan (Oplah) Rp. 900.000 (Sembilan Ratus Ribu Rupiah) per ha, akan tetapi gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan PPL dan pengurus kelompok Sepakat Tani telah memotong uang Rp 200.000 (Dua Ratus Ribu Rupiah per ha) yang di terima ke pemilik lahan (Oplah) hanya sebesar Rp 700.000 ( Tujuh Ratus Ribu Rupiah) realisasi ke anggota yang menerima 59 anggota sisanya di pegang oleh ketua kelompok Tani (Parlindungan Sinurat)
2. Bibit padi unggulan dengan merek Syang hiang Seri NETTO 5 Kg/bungkus, anggota menerima bibit Padi 8 bungkus per ha (5×8=40 kg) dan harus menebus Rp. 15.000/bungkus.
3. Pupuk dolomit yang harus di tebus anggota Rp. 20.000/zak
4. Harga pupuk urea Tahun 2024 yang harus ditebus Rp. 175.000/zak dan Phonska Rp. 185.000/zak
5.Harga pupuk Phonska thn 2025 Rp. 165.000/zak dan urea Rp. 155.000/zak
Sudah jelas tertulis di kemasan bibit tersebut (TIDAK DI PERJUAL BELIKAN) dalam hal ini ketua kelomok tani (Poktan) Sepakat Tani yang bernama Parlindungan Sinurat jelas melanggar aturan yang sudah di tetapkan oleh (KEMENTAN RI) Hal ini menyebabkan keresahan antar kelompok tani dan menjadi bahan bincang hangat para petani.
Lanjut, anggota kelompok Tani Sepakat yang enggan disebut nama nya, RDKK tidak transparansi selama dan kami menilai adanya dugaan penggelembungan data oplah demi meraup keuntungan pribadi, jumlah oplah pada tahun 2024 sebanyak 96 ha pada tahun 2025 di duga menjadi 161 ha.
Hal ini telah di sampaikan ke dinas pertanian Kab Labuhanbatu Utara, namun kepala dinas pertanian belum ada tindakan yang serius terhadap pengurus kelompok Tani sepakat dan anggota akan melaporkan ke APH guna membuat efek jera dan sebagai acuan ke kelompok Tani lainnya terang anggota kelompok ke awak media.
Tempat terpisah ketua Kelompok Tani Sepakat Parlindungan Sinurat saat di konfirmasi melalui whatsapp belum menjawab namun telah conteng dua dan PPL Edison Sihotang membenarkan adanya pe jualan bibit padi unggul itu bahkan di Kec Kualuh Hilir hampir sama harganya. Tambahnya masalah pergantian pengurus saya tidak menyetujui karena semenjak kapan ada panitia pergantian pengurus itu maka saya tidak mau menandatangani nya.
Tempat terpisah, Kabid dinas pertanian ( ibu bara) saat di konfirmasi belum ada jawaban nya
Masyarakat menilai adanya keberanian ketua kelompok, ketua gapoktan dan PPL melakukan hal-hal yang berani tanpa rasa takut melanggar hukum, publik mempunyai asumsi dan dugaan bahwa telah terjadi korupsi berjamaah.
(tim)
