![]()
Viral24jam.id|Pessel-Pelabuhan Panasahan di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, sedang dikembangkan secara masif (proyek multiyears 2024-2025) untuk menjadi pelabuhan pengumpul/nasional dan penyangga Teluk Bayur.
Fokus pengembangannya adalah bongkar muat barang, komoditas CPO, batu bara, hasil perikanan, serta material lainnya, yang didukung oleh perairan dalam dan lokasi strategis.
Saat ini Pemkab Pesisir Selatan berupaya proses naik kelas dari pelabuhan pengumpan menjadi pelabuhan pengumpul di bawah KSOP Teluk Bayur. Berperan sebagai pusat bongkar muat di wilayah pesisir barat Sumatra.
Pemerintah mengalokasikan anggaran besar, termasuk Rp 57 miliar pada 2024 dan Rp 116 miliar pada 2025 (total Rp 88 miliar lebih pada kontrak multiyears) untuk meningkatkan kapasitas dermaga.
Pembangunan Pelabuhan Panasahan bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan strategis. Dengan kedalaman laut alami 8–15 meter yang mampu menampung kapal hingga 25.000 GT, Panasahan memiliki karakter yang cocok sebagai pelabuhan bongkar muat skala nasional.
Sebelumnya, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menyampaikan Pelabuhan Panasahan di Painan untuk menjadikannya pelabuhan nasional di pesisir barat Sumatra. Proyek strategis ini bertujuan meningkatkan konektivitas logistik, khususnya komoditas unggulan seperti sawit dan hasil perikanan, serta diyakini memacu pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja lokal.
Proyek strategis ini bertujuan meningkatkan konektivitas logistik, khususnya komoditas unggulan seperti sawit dan hasil perikanan, serta diyakini memacu pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja lokal. Pengembangan ini didukung anggaran multiyears dan sinergi dengan pemerintah pusat
” Pengembangan ini diharapkan memangkas ongkos pengiriman logistik, meminimalisir kerusakan jalan negara, dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar,” kata Bupati Pessel.
Hendrajoni aktif memastikan pemenuhan persyaratan teknis dan administratif agar pelabuhan ini segera beroperasi maksimal sebagai simpul logistik strategis.
Pengembangan ini merupakan bagian dari visi Bupati Hendrajoni untuk meningkatkan infrastruktur maritim di Kabupaten Pesisir Selatan.
Sementara itu pantuan dilapangan, Jumat (13/2/2026) aktivitas lalu lalang kendaraan truk pengangkut material tanah timbunan mulai menggeliat, raungan alat berat mulai bekerja meratakan timbunan tanah
Tanah kuning yang diangkut diatas truk berbekas di jalan menuju lokasi pelabuhan panasahan, hal ini menjadi hal harus diperhatikan dampak lingkungan dari aktifitas bongkar muat tanah timbunan proyek kegiatan pelabuhan panasahan.
Hal lain yang seiring persyaratan teknis administrasi perizinan harus juga di perhatikan oleh pihak – pihak terkait agar bisa melengkapi izin Amdal.
Informasi dihimpun dilapangan, diduga masih terdapat pihak – pihak rekanan yang belum mengantongi izin Amdal, namun aktifitas bongkar muat material tanah timbunan berjalan.(*)
