![]()
Binjai ( SUMUT ) Satu unit truk tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga milik Pertamina Patra Niaga mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebunlada, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara, Kamis (30/04/2026).
Insiden yang diduga akibat supir mengantuk tersebut menjadi penyebab tabrakan yang mengakibatkan sejumlah tiang jaringan internet, dinding parit/selokan rusak, dan tembok pembatas Tempat Pemakaman Umum (TPU) roboh. Seperti ada yang ingin ditutupi dari publik, Truk langsung dikelambui dengan terpal dan tak seorangpun petugas Pertamina Elnusa Petrofin yang berada di lokasi kejadian mau di konfirmasi terkait kejadian tersebut.
Aksi menutupi truk dengan terpal justru memicu kekhawatiran warga yang melintas. Bau Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat menyengat tercium hingga ke jalan raya, dan membuat masyarakat khawatir akan potensi bahaya kebakaran.
“Akibat evakuasi yang lambat, warga yang melintas menjadi takut ketika melewati lokasi tersebut. Kecelakaan tadi pagi, kalau tidak salah pukul 04.50 WIB. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi kenapa sampai pukul 14.00 WIB siang ini, Truk yang masih penuh muatan BBM itu belum juga dipindahkan,” ucap seorang warga yang melintas ketika diwawancarai oleh Wartawan.
Selain merobohkan tiang Wi-fi dan tembok kubiro, posisi Truk juga terlihat miring sedikit lantaran masuk ke dalam parit dan hampir terbalik hingga menutupi sebagian Jalan Kamboja. Akibatnya, arus lalu lintas warga yang ingin melintas kesulitan sehingga harus putar arah.
“Keterlambatan proses evakuasi juga membuat warga sekitar geram. Mereka menilai penanganan kejadian sangat lambat dan mencurigakan. Hal ini pula yang membuat warga cemas akan dampak jika terjadi sesuatu,” ungkap warga.
“Lambat kali ditariknya Truk itu, Kami mau lewat pun harus memutar jauh. Polisi pun belum kelihatan, apalagi kami lihat Truk ditutupi terpal supaya tidak banyak yang tahu kalau itu milik Pertamina,” tambahnya.
Atas peristiwa ini, warga berharap agar segera teratasi dan pihak dari Pertamina, mau bertanggung jawab memperbaiki kerusakan yang terjadi. “Takutnya ada tumpahan minyak dan tersulut api apa gak tambah ribet,” tegas warga.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Binjai Indra Jansen Girsang mengakui bahwa hingga siang hari belum ada laporan resmi masuk ke kantor polisi terkait kecelakaan. “Sampai saat ini belum ada laporan resmi dan masih dalam proses penyelidikan penyebab tabrakan. Namun anggota sudah turun langsung ke TKP,” katanya.
Ia menjelaskan, proses pemindahan truk tangki masih menunggu bantuan alat berat khusus karena membutuhkan penanganan ekstra hati-hati. “Masalah truk yang laka, sedang menunggu bantuan untuk dievakuasi ke tempat yang aman,” paparnya.
Saat ditanya apakah sopir sudah dilakukan pemeriksaan, ia hanya menjawab singkat bahwa personel masih berada di lokasi kejadian. “Anggota masih di TKP, Bang,” tegas Kasat Lantas.( Sahyudi )
