![]()
VIRaL24JAM.ID, Lombok Timur NTB, – Mendengar statemen Bupati Lombok Timur, Haaerul Warisin yang berencana memindahkan Rumah Sakit Lombok Timur (RSLT) yang berada di Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji menuai kritikan pedas dari warga setempat.
Bukan tidak berdasar, masyarakat mempertanyakan apa urgensi Bupati ingin memindahkan Rumah Sakit Lombok Timur (RSLT) di Kecamatan Masbagik. Pertanyaan itu disampaikan Sudirman, salah satu tokoh masyarakat setempat, (25/9/2025).
“Rencana Bupati ingin memindahkan RSLT di Kecamatan Masbagik, diduga syarat muatan politis,” ketusnya.
Ditegaskan Sudirman, kebijakan Bupati yang ingin mengubah RSLT menjadi klinik adalah bentuk pengkerdilan. “Semestinya, RSLT yang menjadi kebanggaan masyarakat di era Bupati Ali Bin Dachlan itu semakin dinaikkan greatnya, bukan malah dijadikan klinik,” ucapnya.
Menurutnya, letak RSLT sangat strategis, sehingga banyak dikunjungi bukan hanya dari pasien setempat, tapi dari berbagai wilayah kecamatan seperti jerowaru, keruak, sakra, sambelia, suela, pringgabaya bahkan dari sembalun. “Bisa dicek faktanya,” kata Sudirman.
Pernyataan yang sama disampaikan tokoh masyarakat setempat, H.Mujahidin, mempertanyakan apa urgensi Bupati memindahkan Rumah Sakit Lombok Timur yang semestinya dinaikkan greatnya dengan menambah sarana prasarana dan tenaga medis seperti dokter spesialis.
“Sayang sekali RSLT yang sudah berdiri megah yang merupakan Warisin dari mantan Bupati Ali Bin Dachlan, semakin dikerdilkan. Jika wacana itu benar, Bupati Iron tidak adil dan berat sebelah, diduga kental muatan politis. Tentunya, ini bertentangan dengan visi misi smart yang digaungkan selama ini,” kesalnya.
Terpisah, salah satu pensiunan ASN yang tidak mau disebut namanya menegaskan, di Masbagik ada beberapa fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit Permata Hati. Bahkan ada Rumah Sakit tipe D, yang dibangun di era Bupati H.Sukiman Azmi.
“Kenapa bukan Rumah Sakit tife D, yang di Masbagik itu yang dinaikkan greatnya, tinggal menambah sarpras dan tenaga medis dan dokter spesialis, bukan memindahkan Rumah Sakit yang sudah besar, ini kan lucu dan memunculkan tanda tanya publik,” katanya heran.
Ditegaskan nya, harusnya dalam menentukan kebijakan diteliti dulu secara komprehensif setiap regulasi dan apa dampak yang ditimbulkan dari kebijakan itu, bukan mendengar kata pembisik apalagi timses. “Euforia itu telah berlalu, Bupati H.Haerul Warisin, adalah Bupati Lombok Timur dan seyogyanya mengayomi semua lapisan masyarakat, bukan mendengar satu pihak, kebijakan ini kental primordialis dan kental muatan politis,” ujar mantan pejabat itu.(*/JN)
