![]()
Viral24jam.Langkat (Sumut)-Desa Secanggang Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat (Sumut), “Merupakan salah satu Desa yang mempunyaisejarah.
Salah satunya ada didusun tanah tinggi Desa Secanggang,Pada jaman dahulu pada Tahun 1941,mempunyai kisahnya tersendiri, “Yaitu kisah perjuwangan para pemuda didaerah secanggang, melawan para penjajah Jepang.
pada zaman dahulu tempat tersebut menjadi lokasi tempat pertempura para pejuwang yang begerilya menentang para penjajah Jepang,
agar para penjajah Jepang hengkang dari Desa Secanggang dan dari Tanah Air Republik Indonesia ini,
Karena itulah tempat tersebut, Akhirnya dibangun Prasasti Tugu Juang 45, dan Kawasan itu juga menjadi salah satu saksi sejarah para pejuwang kemerdekaan mengusir para penjajah Jepang dari Desa Secanggang.

Acara peresmian Prasasti Tugu Juang 45 di Desa Secanggang Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat, yang baru selesai dibangun tersebut, digelar pada ada Hari Sabtu Tanggal : 2 November 2024, dan Diresmikan langsung oleh Ketua Umum DHD 45 Sumut Bapak May.Jend TNI (PURN), Muhammad Hasyim, yang diawali dengan acara penguntingan tali pita dan penandatanganan prasasti Tugu Juang 45, “kemudian acara dilanjutkan dengan pemasangan bendera merah putih dimakam pejuwang, Almarhum Bapak Ibrahim yang terletak didusun hilir Desa Secanggang.
Pada kesempatan itu, Kepala Desa Secanggang T.Syaiful Anhar, dalam kata sambutan pembuka, tak lupa mengatakan, Kita panjatkan puji dan syukur, kepada Allah SWT yang telah memberikan kita keringanan langkah untuk dapat berkumpul diacara yang mulia ini,
“Sebelum saya menyampaikan singkat kisah perjuwangan disecanggang ini, “ijinkalah saya menyampaikan penghormatan saya terlebih dahulu kepada yang terhormat Bapak May.Jend TNI Purnawirawan Muhammad Hasyim selaku Ketua Umum Dewan Harian Daerah (DHD 45) Sumatera Utara dan yang saya hormati Bapak Asisten II dalam hal ini mewakili Bapak PJ.Bupati Kabupaten Langkat, H.M.Faisal Hasrimy, AP.M.AP, Bapak H.Sukhyar Mulyamin, yang telah hadir bersama kita disini, dan juga yang saya hormati Bapak dan sahabat saya Drs.H. Sukhyar Mulyanto Ketua DHC Kabupaten Langkat, yang telah berkenan hadir, kemudian yang saya hormati Bapak ketua lidik petran Republik Indonesia Kabupaten Langkat berserta rombongan yang hadir pada hari ini, dan taklupa juga yang saya hormati Bapak yang mewakili Bapak Camat Kecamatan Secanggang, dan juga yang saya hormati Bapak Danramil 08 Secanggang dan juga yang saya hormati Bapak Kapolsek Secanggang, dan juga yang saya hormati Bapak yang memiliki Bapak KUA Secanggang dan juga yang saya hormati rekan- rekan Kepala Desa yang hadir pada hari ini, dan sahabat dan adek adek saya, dari berbagai OKP yang hadir mendukung acara ini, tidak lupa juga saya hormati Bapak Bapak Tokoh Agama, pemuka agama, tokoh masyarakat yang hadir pada kesempatan ini, terahir hampir terlupakan sahabat sejati saya ketua PMI Kabupaten Langkat, terimakasi atas kehadirannya dikesepakatan ini.
Perlu saya sampaikan sesuai dengan permintaan, kehadiran dihari 45 ini harus dilatar belakangi ada cerita bebas atau pun sejarah keberadaan tugu juang ini, kemudian perlu saya sampaikan, saya ini lahir disecanggang pada tanggal 25 November 1961, jadinya saya putra kelahiran sini dan ALM, kakek saya merupakan asisten denani dan camat pertama dikecamatan Secanggang ,
“ini cerita sejarah, secara singkat, “saya tidak tau persis sejara, karena saya usia juga jauh, jadi dari tutur saya mendapatkan dari tutur,
“tutur sejarah dari orang tua yang ada didesa Secanggang ini, kalau nanti kurang sempurna, saya mohon masukan dari Bapak kususnya dari Bapak Sukhyar Mulianto, selaku Ketua DHC 45 Kabupaten Langkat. dan Alhamdulillah, mungkin ini momen saya menjabat Kepala Desa ini, baru 10 Bulan Pak disini, mungkin ini alur ingin mengangkat kembali situs sejarah, bukan hanya situs kalau menurut saya, ini adalah menurut yang saya dengar langsung dari ALM.kakek saya, ketika beliau aktif dinahdatul ulama, pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Langkat juga,
jadi ini merupakan kewajiban moral selaku alur tuturnya, untuk mengenang kembali momen- momen sejarah ini, dalam arti, “Ya bukan ingin mengkeletuskan dari buah putusan saya,
“bukan bapak bapak sekalian, saya mohon ma’af kepada bapak bapak tokoh masyarakat secanggang, “ini semata mata ingin mengingat apa yang pernah terjadi, menurut tutur, ditempat kita berdiri ini, terjadi pertempuran besar antara para pejuwang dan masyarakat secanggang dengan pasukan Jepang pada tahun 1941,
itu menurut tutur atau orang tua yang saya terima, jadi ini saya juga menyampaikan kepada pak ketua DHC, hanya ini yang berani saya sampaikan, lebih dari itu saya tidak berani.
Cuman, “Ya Ketua mengatakan, ini wajib Ful, ini sejarah. harus dibuktikan, mudah mudahan saya bisa menyampaikan kepada ketua DHD 45 Sumatera Utara.
Kades pun menyampaikan keinginan warga masyarakatnya, setelah acara ini ada tindak lanjut, kami ingin ada keputusan dari DHD 45 Sumut dan Langkat, memancangkan lah pak, jangan cuman dimakan saja kita pancangkan bendera merah putih itu, kami mohon hari pahlawan yang akan datang tahun 2025 saya harapkan, kita buatlah pemancangan bendera ini secara resmi.
“Kata Kades Secanggan.
Pada kesempatan yang sama Ketua Umum DHD 45 Sumatera Utara, Bapak May.Jend TNI Purn. Muhammad Hasyim, tak lupa mengatakan dalam kata sambutannya. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, dimana pada pagi yang berbahagia ini, kita hadir bersama sama dalam rangka meresmikan Prasasti Tugu Juang 45 dan nanti juga pencanangan bendera merah putih ditempat yang sudah ditentukan oleh Kepala Desa Secanggang, tapi hari ini, kenapa kita menadatangani Prasasti ini, kita tau, tadi sudah disampaikan oleh Bapak Kepada Desa, disini dulu pernah Tahun 1941 terjadi perjuwangan melawan penjajah dari penjajahan Belanda Tahun 1941, dilanjutkan oleh penjajah Jepang, disitulah muncul pemuda pemuda, dulu semuanya pemuda, jadi bukan orang tuwa, “Ya bapak bapak ibu sekalian, pahlawan pahlawan dulu itu bukan orang tuwa kayak kita kita sekarang ini, itu adalah anak muda, kenapa Hari Pahlawan 10 November 45 itu diperingati, siapa tokohnya disitu, tokohnya adalah Bung Tomo, dan Bung Tomo itu kelahiran 3 Oktober 1920, kita merdeka Tahun 1945, dan 10 November 1945 dia sebagai tokoh, umumnya baru 25 Tahun, jadi kita bayangkan bagai mana pemuda pemuda pada jaman itu, dan kita juga tau pemuda pada jaman itu Tahun 1941 disini, disecanggang punya semangat yang sama dengan rasa Nasionalisme yang sama, bahwa dia cinta tanah air, dan rela berkorban, rela menyerahkan jiwa dan raganya, untuk mempertahankan Republik yang kita cintai ini. kita sudah tau bahwa kita bisa merebuk kemerdekaan dipertahankan oleh anak muda jaman itu, dan sekarang tanggung jawab kita membina para generasi muda kita supaya punya semangat Nasionalisme, patriotisme dan jiwa Juwang rela berkorban, tugasnya mereka adalah tugas kita bersama, bagaimana remaja remaja yang ada disini, yang seusia pemuda pada jaman itu, jaman pahlawan pahlawan kita usia 25 an Tahun, ini yang harus betul betul kita jaga, supaya semangat pahlawan pahlawan dulu itu sama, terwariskan oleh generasi kita yang sekarang ini. Tutup Ketua Umum DHD 45 Sumut.
Pada kesempatan itu Pj.Bupati Kabupaten Langkat. H.M.Faisal Hasrimy, AP.M.AP, yang diwakili oleh Bapak H.Sukhyar Muliyamin.M.Si, mengatakan, saya atas nama Pemerintah Kabupaten Langkat, tentunya menyampaikan aspirasi dan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berkeja keras demi keinginan mewujudkan tugu juang 45 ini, sebagai upaya membangkitkan semangat Nasionalisme kepada kita semua, terhusus masyarakat didaerah ini, sebab harus kita sadari bahwan ini semangat nasionalisme sudah mulai luntur dari hati kita dan anak bangsa kita, diakibatkan tergerus oleh perkembangan jaman yang semakin maju,
Tugu Juang 45 yang diresmikan pada hari ini, bukan hanya sekedar sebuah momen, dari batu dan semen, namun Tugu Juang 45 merupakan simbol dari perjuwangan, pengorbanan serta semangat Juwang para pahlawan bangsa kita merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, tugu ini mengingatkan kita, agar kita, mengingat perjuwangan yang telah dilalui oleh para pendahulu kita, untuk kita dapat merasakan kemerdekaan sperti saat sekarang ini, sebagai generasi penerus kita memiliki tanggung jawab untuk menentukan semangat dan nilai nilai yang diwariskan para pahlawan, perjuwangan mereka tidak boleh berhenti kini saatnya tugas kita untuk mengisinya, dengan turut aktif dalam pembangunan serta dengan senantiasa berupaya untuk menjaga keutuhan Bangsa kita.
Tutupnya. **Pengirim Berita: Subur Syahputra.**
