![]()
Asahan – Ratusan aktivis se-Kabupaten Asahan melakukan aksi unjuk rasa Di Mapolres Asahan buntut persoalan kematian Pandu Brata Siregar remaja tewas karena di aniaya oknum Kepolisian yakni eks Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat Rabu malam (19/3/2025).
Dalam orasi koordinator lapangan sahdan sijabat perwakilan dari aktivis mahasiswa mengatakan bahwa ini aksi solidaritas kami menuntut keadilan dimana kami kesalkan kenapa Polres Asahan merilis adanya pernyataan Polres Asahan bahwa korban Pandu Brata Siregar positif Narkoba padahal kami ketahui bahwa korban merupakan atlit lari.
“Ini seperti fitnah kenapa harus Polres Asahan mengatakan hal tersebut padahal almarhum Pandu Siregar orangnya hobby olahraga,”ujar Sahdan Sijabat.
Senada disampaikan oleh kader GMKI Asahan Valen Sihombing bahwa ia meminta agar Kasi Humas Polres Asahan segera dicopot sebab ia sebelumnya melakukan rilis bahwa korban tidak ada dilakukan penganiayaan dan kekerasan namun faktanya setelah dilakukan autopsi ternyata Pandu Siregar teman kami benar dianiaya oleh oknum Polisi.
“Memang kita akui hari ini Polres Asahan sudah menetapkan tersangka kepada pelaku yang juga Polri aktif sebagai Kanit Reskrim Polsek Kota Simpang Empat namun kami sangat menyayangkan pernyataan Kasi Humas sebelumnya yang bertolak belaka dengan fakta,”paparnya.
Dalam orasi tersebut teriakan Copot Kapolres dan Kasi Humas terdengar serentak bergema di aksi unjukrasa tersebut dimana kekesalan mereka terhadap kinerja Polres Asahan dalam melakukan presisi yang tidak tepat sasaran kepada masyarakat.
Disela sela unjuk rasa Kapolres Asahan AKBP Afdhal Junaidi mengatakan bahwa tuntutan kawan-kawan sudah dijalankan sesuai prosesdur dan kami dari Kepolisian sudah menetapkan tersangka kepada pelaku dan sedang menjalani pemeriksaan kode etik tentang statusnya ke kepolisian namun kami minta dukungan masyarakat Asahan agar hal ini benar-benar berjalan dengan baik sebagaimana sesuai SOP.(fri)
