![]()

Deli Serdang-warga Lubuk Pakam bersama anak PP (Pemuda Pancasila) menggeruduk rumah mantan kades Sekip, bernisial J. Diduga rumah J sebagai tempat penimbunan beras untuk dibagikan salah satu paslon sebagai bentuk money politik.
Warga bersama anak PP Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, yang dikomandoi oleh Eko, mengeruduk rumah Mantan (Kades) Kepala Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, J, yang terletak di Gang Family, Jalan Pembangunan 1, Desa Sekip, Senin 25 November 2024.
Berawal adanya informasi dari masyarakat, bahwa telah terjadi bongkar muat barang berupa beras dengan ukuran karung 5 kilogram, dengan mengunakan sejenis Mobil pick up, yang muatannya ditaksir berkisar 2 ton, di-lokasi kediamannya mantan Kades Sekip J, sekira pukul 17.15 wib.
Khwatir terhendus terkait penimbunan beras tersebut tampak dari amatan wartawan tepat di depan rumahnya J, tampak berjaga- jaga beberapa orang berbadan tegap dengan mengenakan pakaian dan atribut lengkap salah satu ormas.
Selang beberapa menit kemudian tampak ratusan warga bersama anak PP. PAC.Lubuk Pakam, tiba dilokasi tepatnya di- depan Gang Family, Jalan Pembangunan 1 Desa Sekip.
Kemudian ratusan warga dan anak PP pun menelusuri Gang Family dan menuju tempat tinggalnya J.
Setiba didepan halaman rumah J, salah satu orang dari rombongan tersebut berkata, Pak haji saya yakin bahwa didalam rumahnya J ini terdapat begitu banyak beras, Seperti penimbunan beras gitulah ucap salah seorang dari rombongan, yang telah terlebih dahulu melakukan pemantauan di lokasi.
Sebab dari pantauan saya ucap narasumber mengatakan bahwa di dalam rrumah mantan kades Sekip tampak beberapa sepeda motor melangsir beras tersebut.
Spontan hal tersebut di jawab oleh DA sala seorang pendukung paslon yang mengklaim sebagai putra Delserdang.tulen.
“Kalau ada beras di dalam rumah ini memangnya kenapa. Satu Lubuk Pakam ini pun tau kalau saya itu sering sedekah”, ujar DA saat digeruduk oleh ratusan anak PP.Lubuk Pakam.
DA menjelaskan bahwa beras yang berada didalam rumah J tersebut adalah murni beras miliknya dan beras itu saya beli untuk disedekahkan ke masyarakat sekitar di Jalan Pembangunan 1 Desa Sekip, tetapi saat ini beras itu dititipkan di rumah J, jelas DA.
“Jangan kalian bikin ribut di kampung ku ini, pening kali pun aku kalian buat”, seru DA.
Kalau Kalian tidak senang, panggil Polisi, dan Bawaslu, kita bikin surat pernyataan aku (Dani Aulia) tanda tangani, bahwa benar beras itu milik, dan uang aku yang membelinya, bukan uangnya AYS atau BSA, kata DA.
Lanjut DA, menegaskan kepada ratusan PAC.PP, bahwa semuanya kawan saya, mau AYS – BSA, serta dr.Aci pun kawan saya juga cetus Dani
Prihal itu Langsung di- Jawab oleh Renaldi dan Pak Haji Sugeng Sugiarto, aneh…rumah anda, Se- Desa Sekip ini tau persis bahwa rumah anda itu gedungnya jauh lebih besar, mengapa anda menitipkan beras tersebut bila ingin disedekahkan
Soalnya dari pantauan anggota dilapangan, disinyalir bahwa beras tersebut di-bagi bagikan untuk menarik simpati Masyarakat, untuk salah satu paslon, pungkas Pak Haji dan Renaldi
Untuk itulah kami datang mempertanyakkan, persoalan apakah benar di dalam rumah tersebut terdapat penimbunan beras atau tidak. Dan bila memang tidak ada penimbunan beras, kami bubar dari lokasi ini, pungkas Renaldi dan Pak Haji Sungeng
Berselang lima belas menit kemudian, Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Lubuk Pakam datang di lokasi, serta turun juga ke gang Family tersebut Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, dan Kanit
Usai dilakukan pendekatan dan mediasi oleh Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, kepada Ratusan PP.PAC Pakam pun membubarkan diri, begitu dengan ormas Grib Jaya, yang tadinya menjaga di lokasi depan rumah Mantan Kades Sekip J, pun juga turut meninggalkan lokasi
Pihak perwakilan dari Pemuda Pancasila, Renaldi Samosir, dan Ketua Gempita Alwi bermediasi dengan Koordinator Gakumdu Kabupaten Deliserdang, Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, Kapolsek Pakam, ditemukan jalan keluar
Supaya pihak dari Perwakilan PP dan Relawan dari 02 ADIL, membuat surat laporannya ke Bawaslu Deliserdang, di lengkapi dengan bukti- bukti dan Saksi (tim)
