![]()
Bangun purba -Warga Desa Damak Maliho, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang, menyampaikan apresiasi terhadap usaha penjualan bahan bakar minyak (BBM) eceran milik Ibu AT, yang dinilai telah membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya para petani di wilayah tersebut.
Ibu AT diketahui merupakan mertua dari inisial A,yang juga sebagai TNI aktif dugaan awal sebagai pemilik minyak eceran ternyata setelah awak media kompirmasi terhadap ibu AT menantunya yang TNI tsb kebetulan masih numpang di rumah ibu AT.
Usaha penjualan BBM jenis Pertalite eceran dan Solar ini telah berlangsung cukup lama dan sudah ada bahkan sebelum inisial A berumah tangga dengan putri Ibu AT.
Dan yang diduga tempat penyimpanan/ gudang minyak berlokasi di desa Bangun Purba,di depan polsek bangun purba di Samping Sekolah SD 101991 yang di diami anak dari ibu AT berinisial O diperuntukan untuk Grasi mobil.
Usaha tersebut dijalankan sebagai sumber penghidupan untuk menopang ekonomi keluarga, sekaligus menjadi solusi pemenuhan kebutuhan energi masyarakat Desa Damak Maliho yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
Menurut keterangan warga sekitar Pertalite yang dijual diperoleh dari SPBU Lubuk Pakam, sementara Solar disediakan untuk mendukung aktivitas pertanian dan kebutuhan mesin berladang masyarakat setempat.
“Usaha ini sangat membantu kami. Di desa ini sebagian besar warga bekerja sebagai petani dan sangat membutuhkan minyak untuk mesin dan keperluan berladang,” ujar salah seorang warga Desa Damak Maliho, Senin (9/2/2026).
Warga menambahkan, keberadaan penjual BBM eceran di desa sangat penting mengingat jarak tempuh menuju SPBU terbilang cukup jauh, sehingga membutuhkan waktu dan biaya tambahan apabila harus membeli langsung ke SPBU.
“Kalau tidak ada yang menjual minyak eceran Pertalite di desa ini, kami mau ambil minyak ke mana lagi? Jarak ke SPBU jauh, sementara kebutuhan minyak sering mendesak,” ungkap warga lainnya.
Masyarakat juga menyebutkan bahwa ibu AT kerap mengambil BBM dari beberapa SPBU yang tersedia, kemudian menjualnya kepada warga desa guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk aktivitas pertanian.
Meski demikian, warga berharap ke depan ada kejelasan regulasi serta pembinaan dari pihak terkait, agar aktivitas usaha masyarakat dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku tanpa mengabaikan kebutuhan riil masyarakat pedesaan yang jauh dari SPBU.
(Agustian )
Editor: Mas bagus
